Peristiwa Sejarah Ritual Penusur Sira di Dokan Art Festival #5

Desa Wisata Dokan adalah salah satu dari 2 desa wisata yang masih memiliki rumah adat Karo sebagai salah satu objek wisatanya. Lain dari pada itu, ada beberapa event tahunan yang masih berjalan di desa ini sehingga mampu menambah daya tarik wisatawan seperti Kerja Tahun dan Dokan Arts Festival.  Dokan Art Festival merupakan salah satu event tahunan yang diselenggarakan oleh Rumah Karya Indonesia.

Melalui festival ini kita mendorong transfer pengetahuan tentang tradisi -tradisi  lisan mengenai budaya kultural adat karo untuk diketahui oleh orang banyak.  Dokan Arts Festival menampilkan tema yang berbeda beda setiap tahunnya. Pada Festival Dokan Art Festival yang ke-5 tahun ini diadakan pada tanggal 26-27 Mei 2022  dengan salah satu pertunjukan besar yaitu Penusur Sira yang berupa acara ritual tradisional masyarakat karo.

“Ritual penusur sira merupakan suatu kepercayaan masyarakat dokan yang mempercayai adanya garam yg menjadi pelindung desa itu sendiri dengan wujud garam yang diletak didalam rumah adat tepatnya diujung paling atas atap dalam rumah adat” Hal ini disampaikan oleh Ramanta Sinulingga selaku direktur DAF (Dokan Art Festival) 27/5

Ramanta menjelaskan, bahwasanya seluruh masyarakat setempat akan terlibat/ikut berpartisipasi dalam ritual Penusur Sira ini, dan yang bertugas mengambil garam adalah anak beru, dan yang berhak membuka garam adalah simantek kuta yaitu marga Ginting.

Ritual Penusur Sira dipercaya dapat menjadi pertanda hal baik dan buruk terhadap desa. Pada saat garam sudah diturunkan akan dilihat posisi garam yang ada didalam. Menurut kepercayaan masyarakat Dokan,jika garam yang diturunkan posisinya tertidur maka menandakan bahwa desa akan aman, tetapi ketika posisi garam berdiri maka itu pertanda hal buruk akan datang ke desa.

Ramanta memaparkan bahwa ritual penusur sira itu dilakukan karena masyarakat dokan telah melewati bencana (Covid-19) maka dilakukanlah ritual penusur sira ini untuk melihat apakah ada pertanda baik atau buruk kedepannya. Selain Covid-19 tujuan dilakukan ritual Penusur Sira ini adalah untuk meningkatkan solidaritas masyarakat dan juga mempererat hubungan masyarakat kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.