Usung Konsep Berbasis Warga, 1000 Tenda Kaldera Toba Festival 2026 Siap Digelar di Ajibata

TOBA, 24 Juni 2026 – Festival berkemah yang dinanti-nantikan oleh para pelancong, 1000 Tenda Kaldera Toba Festival 2026, bersiap kembali menyapa masyarakat. Mengusung tema besar “The Way of Stretching the Mind,” festival tahunan ini akan diselenggarakan pada 26–28 Juni 2026 di Desa Pardomuan, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Rumah Karya Indonesia (RKI) dan didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Toba ini hadir sebagai ruang komunal untuk menyegarkan pikiran, bertukar gagasan, sekaligus berkolaborasi menjaga kelestarian alam lingkungan di kawasan Danau Toba.

Sebagai sebuah gerakan, 1000 Tenda Kaldera Toba Festival merupakan kegiatan berbasis warga. Seluruh elemen masyarakat lokal dilibatkan secara aktif, mulai dari persiapan logistik hingga pengelolaan kawasan. Melalui pendekatan ini, festival mendorong keterlibatan langsung masyarakat dalam pengembangan kapasitas diri serta penataan destinasi wisata yang berbasis pada potensi alam, budaya, dan lingkungan sekitar.

Ketua Rumah Karya Indonesia, Ojax Manalu, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat adalah fondasi utama dari keberlanjutan festival ini. “Melalui 1000 Tenda, kami ingin membuktikan bahwa pariwisata yang kuat adalah pariwisata yang lahir dan tumbuh dari inisiatif warga lokal sendiri. Rumah Karya Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mengelola potensi alam dan budayanya, sehingga festival ini tidak hanya menjadi hiburan sesaat, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan di Desa Pardomuan Ajibata,” ujar Ojax.

Festival ini konsisten menerapkan konsep nomadic tourism, sebuah pengalaman berwisata dengan menetap sementara di kawasan destinasi alam menggunakan fasilitas portabel (tenda). Fokus utamanya bukan sekadar rekreasi, melainkan distribusi pengetahuan dan pengalaman bermakna bagi setiap peserta yang hadir.

Direktur Festival 1000 Tenda Kaldera Toba, Tumpak Winmark Hutabarat/Siparjalang, menjelaskan esensi dari tema yang diangkat tahun ini. “Tema ‘The Way of Stretching the Mind’ adalah ajakan bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk meregangkan pikiran dari kepenatan rutinitas. Kami ingin ruang rupa alam di Desa Pardomuan Ajibata ini menjadi tempat di mana pemikiran kita tentang alam, lingkungan, dan pariwisata masa depan bisa diperluas melalui diskusi dan interaksi langsung di lapangan,” ungkap Tumpak.

Selama tiga hari dua malam, para peserta akan diajak menyelami isu-isu krusial seputar alam, lingkungan, dan pariwisata berkelanjutan. Isu ini dikemas secara interaktif melalui berbagai bentuk kegiatan, antara lain: Camping, Focus Group Discussion (FGD), Creative Talkshow, Art Performance, Creative Activities & Games, Local Market, dan Spot Tourism

Sejiwa dengan konsepnya, event ini telah tumbuh menjadi magnet tersendiri yang sangat diminati oleh wisatawan, khususnya generasi muda, traveller, dan backpacker dari berbagai daerah. Perpaduan antara petualangan alam terbuka dan gerakan edukasi membuat festival ini selalu sukses mengumpulkan ribuan pasang mata setiap tahunnya.

Kegiatan ini juga didukung oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), PT. Inalum, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Seadoo Safari Samosir, serta berbagai media dan komunitas yang turut bergerak bersama. Pemerintah Kabupaten Toba bersama Rumah Karya Indonesia berharap, melalui tema “The Way of Stretching the Mind” tahun ini, para peserta tidak hanya pulang membawa memori liburan yang menyenangkan, tetapi juga membawa cara pandang baru yang lebih peduli terhadap masa depan lingkungan hidup dan pariwisata di kawasan Kaldera Toba.

Kontak Media:
Panitia Pelaksana 1000 Tenda Kaldera Toba Festival 2026
Email: 1000tendafestival@gmail.com
WhatsApp: 0853-5597-4859
Instagram: @rumah_karya_indonesia @1000tenda

adminrki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JENIS
PENDAFTARAN