Refleksi dan Pidato Kebudayaan – Menyoroti “Bencana Budaya” dan Menguatkan Solidaritas Seniman

Medan, 15 Desember 2025 — Konsorsium Seniman Medan dan Jaringan Rumah Karya Indonesia, didukung oleh BPK Wilayah II, sukses menyelenggarakan kegiatan Refleksi dan Pidato Kebudayaan dengan tema sentral “Bencana Budaya”. Acara yang berlangsung pada 13–14 Desember 2025 di Taman Budaya Medan ini menjadi ruang kolektif bagi para seniman dan masyarakat untuk merenungkan gejala kemunduran nilai-nilai sosial dan etika di ruang publik.

Ketua Rumah Karya Indonesia, Marojahan A. Manalu, S.H., M.Sn, bersama Koordinator Konsorsium Seniman Medan, Afrion menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah hasil dari proses panjang refleksi komunitas seni.

“Acara malam ini kami sebut sebagai refleksi dari awal proses kita berkegiatan hingga terlaksananya acara malam ini. Malam ini memang malam yang penuh refleksi yang juga didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah II,” ujar perwakilan Koordinator/Ketua Rumah Karya Indonesia dan Koordinator Konsorsium Seniman Medan.

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II, sebagai salah satu pendukung utama kegiatan, menyampaikan sambutan yang menggarisbawahi pentingnya refleksi budaya.

“Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II berterima kasih karena pada malam hari ini telah melangsungkan, melaksanakan kegiatan refleksi budaya. Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita yang masih merenung, menyusur musibah yang baru saja melanda negeri kita,” kata perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan refleksi mendalam mengenai gejala “bencana budaya,” yang dicontohkan oleh menurunnya sikap saling menghargai dan melemahnya rasa kepedulian. Melalui serangkaian pertunjukan seni, para seniman menegaskan peran seni sebagai medium penting untuk artikulasi kegelisahan sosial dan pemulihan nilai-nilai kemanusiaan.

Panggung Refleksi selama dua hari menjadi saksi kolaborasi dari berbagai genre dan komunitas seni, menampilkan:

  • Seni Pertunjukan: Medan Youth Talent, Protes Band, Melodi Kursi, Sanggar Anak Sungai Deli, Komunitas Jejak Seni, Deli Nusantara Jaya, Teater Dermaga, Medan Teater, Kenduri Kopi, NJ Production, PAN Sumatra – Colective Composer, Kostum Art Performance, Teater LKK UNIMED, FILSAFATIAN, dan Incidental Music.
  • Seni Sastra/Puisi: Pembacaan Puisi oleh Samira Dea Sapana, Pembacaan Puisi oleh Amin dari Teater O, Yondik Tanto (Musikalisasi Puisi), Idris Pasaribu (Puisi), Porman Wilson Manalu (Puisi), Teja Purnama Lubis (Puisi), Yusuf Fadilah (Puisi), Jamaludin (Puisi), Komunitas Ruang Sastra UNIMED (Puisi Berantai)
  • Seni Rupa/Visual: Diisi dengan Live Painting di baju oleh anak-anak dari Dunia Lukis, Pameran karya dan instalasi dari seniman visual seperti Boy Farhan, Achy Askwana, Ian Andi Surya, Popi Andri Harahap, Rudi Pama, Amanda Gustari, Calvin Sitorus, Adriansyah, Christopher Tampubolon, Lalang Cakra Buana, Wiranto Silalahi, M. Faiz, Keyla Prisilfa, Daffa Utama, Maisyarah Bengi, Alifia Azzahra, serta Wan Saad.

Puncak kegiatan adalah Pidato Kebudayaan yang dibacakan oleh Bapak Bersihar Lubis pada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 20.30–21.20 WIB. Pidato ini didukung oleh tim artistik: Scenografer Ahmad Munawar Lubis, Penata Musik Zul Alinur, serta melibatkan 5 pemain visual pada saat pidato kebudayaan, dan diiringi pertunjukan live painting dari seniman M.H. Putra.

Agenda ini juga menjadi momentum penting untuk aksi solidaritas melalui program “Seniman Bantu Seniman, Seniman Peduli”. Tujuan kegiatan ini adalah menggalang donasi bagi seniman yang terdampak bencana di beberapa wilayah, termasuk Medan, Langkat, Tapteng, Tapsel, Taput, dan Humbang Hasundutan.

Total donasi yang terkumpul menunjukkan semangat kepedulian yang luar biasa:

  • Seniman Bantu Seniman: Rp. 44.960.000
  • Seniman Peduli: Rp. 10.780.902

Laporan donasi diumumkan pada 14 Desember 2025 pukul 22.00 WIB , dan penyalurannya akan didistribusikan mulai tanggal 15 hingga 20 Desember.

Menutup rangkaian kegiatan Refleksi dan Pidato Kebudayaan, perwakilan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II menyampaikan apresiasi tinggi:

“Kami berharap semangat refleksi yang telah dihidupkan oleh para seniman dan komunitas ini tidak berhenti di sini. Kegiatan ini menjadi pengingat kolektif bahwa pelestarian kebudayaan bukan hanya tentang merawat benda, tetapi juga merawat nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas di tengah ‘bencana budaya’. Kami mengapresiasi tinggi seluruh seniman atas kontribusi nyatanya.” ucap perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II.

adminrki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JENIS
PENDAFTARAN